Pencegahan dan Penilaian Kebisingan

http://jurnalk3.comPemaparan bunyi dengan tingkat yang tinggi secara teratur dapat mengakibatkan ketulian. Semakin lama pemaparan dan semakin tinggi tingkat bunyinya akan berakibat semakin tingginya derajat ketuliannya.

Pemaparan dari kegiatan kerja pada seseorang harus diukur dan dikontrol. Bila resiko terhadap pendegaran tidak dapat dikurangi maka harus digunakan pelindung.

Periksa pekerjaan apa yang berhubungan dengan peralatan yang menimbulkan kebisingan.

Nilai seberapa besar bunyi dari pekerjaan ini berpengaruh terhadap orang yang bekerja di lokasi dan penduduk sekitarnya. Produsen dan penyalur peralatan mempunyai kewajiban untuk memberikan  informasi tentang peralatan yang diproduksinya, termasuk cara yang baik mengatasi masalah kebisingannya.

Penilaian

a. Lihat bagaimana penggunaan peralatan yang sebenarnya di lapangan. Dapatkah orang menggunakan peralatan dan berbicara dan mengerti dengan orang lain pada jarak 2 meter tanpa berteriak ? bila dia harus berteriak maka mungkin bunyi dari peralatan  tersebut cukup  untuk dapat merusak pendengaran, maka harus dilakukan tindakan.

b. Lakukan pengukuran dan penilain terhadap bunyi oleh seseorang yang mengerti dan menentukan apa tindakan yang perlu dilakukan. Pada umumnya adalah menggunakan penutup telinga atau sumbat telinga.

c. Beritahukan pada orang-orang yang terpapar bahwa mereka berada pada tingkat resiko yang tinggi terhadap pendengaran, apa yang sedang dilakukan untuk mengatasi sampai ketingkat yang aman.

Pencegahan

a. Dapatkah pekerjaan dilakukan dengan cara lain dengan tidak menggunakan peralatan yang bising? Apabila tidak, dapatkah menggunakan peralatan yang kurang bisingnya? Bila membeli dan menyewa peralatan, pilih yang paling tidak bising.

b. Coba dan lakukan pekerjaan-pekerjaan yang bising jauh dari pekerja lainnya.

c. Pindahkan orang-orang yang tidak berkepentingan  dari lokasi yang bising. Pasang tanda untuk memperingatkan orang tetap menjauhi lokasi bising tersebut.