Faktor Penyebab Penyakit Kulit Akibat Kerja dan Silikon

http://jurnalk3.comSilikon

Penyakit akibat kerja yang disebabkannya disebut Silicosis, yaitu penyakit akibat kerja disebabkan karena penimbunan debu mengandung silika bebas (SiO2).

Bila partikel–partikal debu mengandung silika bebas masuk kedalam paru-paru maka akan timbul kerusakan jaringan paru-paru secara berangsur-angsur akan diganti oleh jaringan ikat yang tak mempunyai fungsi dalam pernapasan.

Kerusakan ini terjadi perlahan-lahan dan gejalanya mulai terasa setelah pemaparan bertahun-tahun. Silikosis tidak dapat diobati dan bila penyakit ini diketahui biasanya sudah terlambat dan akhirnya akan mengakibatkan kematian.

Lingkungan yang mungkin menimbulkan silikosis  adalah pada pekerjaan penggalian dan pemecahan batu granit, usaha bahan-bahan dari karet serta tempat-tempat pekerjaan Sand-blasting.

Penyakit Kulit Akibat Kerja (Occupational Dermatosis)

Adalah penyakit kulit yang ditimbulkan oleh benda-benda, bahan-bahan atau lingkungan kerja. Penyakit kulit akibat kerja merupakan 50-60 % dari seluruh kasus penyakit jabatan. Dari bermacam penyakit kulit akibat kerja, yang terbanyak adalah Dermatitis Kontak.

Dermatitis kontak  meliputi tidak kurang dari 40% dari semua penyakit kulit akibat kerja, dan 25% diantaranya sebagian akibat pekerjaan (Dermatitis kontak akibat kerja). Industri atau tempat kerja yang ditemukan Dermatitis kontak akibat kerja adalah :

1. Industri Farmasi

2. Industri  Tekstil

3. Industri  Cat

4. Industri  Plastik

5. Pekerjaan-pekerjaan kayu, semen, dll

Faktor-faktor penyebab penyakit kulit akibat kerja:

1. Faktor fisik dan mekanik, yaitu panas, dingin, lembab, sinar matahari, sinar- X dan sinar-sinar lainya, tekanan, gesekan, dan trauma.

2. Mikrobiologik:

Bakteri, virus, jamur, cacing, serangga, kutu.

3. Bahan-bahan berasal dari tanaman:

     Daun-daunan, kayu getah, akar-akaran, umbi-unbian, sayur-sayuran.

4. Kimiawi:

     Bahan kimia organik atau anorganik