Cara Penyimpanan Bahan Kimia Berbahaya Bagian 2

Cara Penyimpanan Bahan Kimia Berbahayac.Bahan kimia yang mudah terbakar
Suatu gas dikatakan mudah terbakar jika gas itu menyala dalam udara atau oksigen, hydrogen, propane, butane, etilene, hydrogen sulfide, gas arang batu dan etana merupakan gas yang mudah terbakar. Beberapa gas seperti asam sianida (HCN) dan Sianogen dapat terbakar dan beracun. Bahan kimia cair yang mudah menyala dikelompokkan atas titik nyalanya.
Bahan kimia yang mudah menyala harus disimpan ditempat yang cukup sejuk, dengan tujuan mencegah nyala jika uapnya tercampur udara. Daerah penyimpanan harus terletak jauh dari sumber panas dan terhindar dari bahaya kebakaran. Dalam penyimpananya, bahan kimia ini harus dipisahkan dari bahan oksidator kuat atau dari bahan yang dapat terbakar sendiri (selfcombustible). Instalasi listrik tempat penyimpanan harus dihubungkan ketanah dan diperiksa secara berkala.

d.Bahan kimia beracun
Kemasan bahan kimia beracun tidak mungkin dibuat sempurna, sehingga terjadi kebocoran-kebocoran, dan uap bahan kimia beracun yang masuk kedalam udara perlu pertukaran udara yang baik. Tempat penyimpanan bahan kimia ini harus sejuk dengan pertukaran udara yang baik, tidak kena sinar matahari langsung, jauh dari sumber panas dan harus dipisahkan dengan bahan kimia lainnya.

e.Bahan kimia korosif
Bahan kimia yang bersifat korosif antara lain asam Florida, asam klorida, asam nitrat, asam semut dan asam perklorat. Bahan kimia ini dapat merusak kemasannya dan bocor keluar atau menguap keudara. Bahan yang menguap ke udara dapat bereaksi dengan bahan organic atau bahan kimia lainnya, yang bereaksi keras dengan uap air dan menimbulkan kabut asam yang menggangu kesehatan tenaga kerja. Dalam penangananya bahan kimia tersebut harus didinginkan diatas titik bekunya.
Tempat penyimpanan bahan kimia yang bersifat korosif harus terpisah dari bangunan lainnya, terbuat dari dinding dan lantai yang tahan korosi dan tidak tembus serta dilengkapi fasilitas penyalur tumpahan.