BAGAIMANA SEJARAH PROMOSI KESEHATAN DI DUNIA

Jurnalk3Sejak lama sudah diketahui bahwa pekerjaan dapat mengganggu kesehatan, dan sebaliknya kesehatan dapat mengganggu pekerjaan. Obyektif pengembangan ilmu dan pelaksanaan upaya K3 adalah menciptakan aktifitas kerja yang aman dan sehat (healthy and safe work). Pencapaian obyektif ini pada awalnya ditempuh dengan melakukan perlindungan terhadap pekerja melalui hirarki pengendalian dan manajemen risiko yang timbul akibat interaksi antara pekerja, pekerjaan (meterial dan peralatan).pemerintah melalui seperangkat peraturan perundang-undangan dan standar kerja mewajibkan pemberi kerja untuk bertanggung jawab dalam pemeliharaan lingkungan kerja dan prosedur kerja yang aman, serta memberikan pengobatan, rehabilitasi dan kompensasi bagi pekerja yang mengalami KAK dan atau PAK.

Beberapa dekade belakangan ini,banyak manajemen telah menyadari bahwa pekerja cacat, tidak mampu bekerja dan kemangkiran dapat menimbulkan biaya dan kerugian yang sangat signifikan, sehingga mereka telah memulai program proteksi dan promosi kesehatan, program yang dilakukan semakin hari semakin komprehensif, tidak hanya bagi pekerja tetapi juga bagi keluarganya. Pada pertemuan WHO Expert Committee on Health Promotion in Worksetting tahun 1988, menekankan bahwa promosi kesehatan pekerja merupakan komponen penting dari pelayanan kesehatan kerja. Tahun 1995, WHO kembali menegaskan bahwa prinsip K3 tidak terbatas pada upaya pencegahan dan pengendalian efek buruk terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja, tetapi telah bergerak maju pada upaya promosi kesehatan, peningkatan lingkungan kerja, dan organisasi kerja. Hal ini sejalan dengan ruang lingkup kesehatan kerja yang diperluas tidak hanya terbatas pada kesehatan dan keselamatan tetapi juga mencakup sikologi dan sosial serta kemampuan menjalankan kehidupan produktif secara sosial dan ekonomi.